Dengarkan NASIDQU FM

wahai penuntut ilmu, agar selalu mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu, dan bersungguh-sungguh mengamalkan tuntutan dari ilmu tersebut. Karena ilmu itu ibarat pohon, sedang amal adalah buahnya. Seseorang belum dianggap berilmu selama belum mengamalkan ilmunya.Janganlah kamu melakukan suatu amal selama kamu belum mengetahui ilmunya. Begitu pula jangan pernah mempelajari suatu ilmu selama kamu masih meninggalkan amal. Gabungkanlah diantara keduanya meskipun hanya sedikit bagian yang kamu peroleh

Pasangan SuamiI stri & Keindahan Yg Terlupakan

Written By Rudianto on Sabtu, 22 Oktober 2011 | 15.55

Wahai sang suami ....
Adakah yang menghalangi untuk tersenyum di
hadapan istri ketika masuk rumah menemui istri
tercinta.
Adakah yang membebani untuk berwajah berseri-
seri ketika melihat anak dan istri.
Adakah yang menyulitkan untuk memeluk istri,
mengecup pipi serta bercumbu disaat "menghampiri".
Adakah yang memberatkan untuk mengangkat
sesuap nasi dan meletakkan di mulut istri, karena yang
demikian mendapat pahala.
Adakah susah, ketika masuk rumah mengucapkan
salam dengan lengkap: "Assalamu`alaikum
Warahmatullah Wabarakatuh" agar meraih 30
kebaikan.
Apa yang membebani, untuk menuturkan untaian
kata-kata baik yang disenangi kekasih, dengan segala
ketulusan.
Tanyalah keadaan istri saat masuk rumah.
Adakah yang memberatkan, sekiranya
menuturkan kepada istri saat masuk rumah: "Berpisah
sesaat meninggalkanmu serasa bagaikan setahun".
Sesungguhnya, untuk betul-betul mengharapkan
pahala dari Allah walau letih dan lelah, mendekati sang
istri tercinta dan "menghampirinya", mendapatkan
pahala dari Allah, karena Rasulullah bersabda: "Dan di
air mani seorang diantara kalian ada sedekah".
Apakah melelahkan, untuk berdoa: "Ya. Allah
perbaikilah istriku dan berkatilah
daku pada dirinya".
Wahai sang Istri ...
Apakah akan
membahayakan sekiranya
menemui suami dengan wajah
berseri, dihiasi senyum manis di
saat dia masuk rumah.
Apakah memberatkan,
apabila menghapus debu dari
wajahnya, kepala, dan baju serta
mengecup pipinya.
Apakah merasa sulit,
menunggu sejenak di saat dia
memasuki rumah dan tetap
berdiri sampai dia duduk.
Mungkinkah menyulitkan,
jika berkata kepada suami:
"Alhamdulillah atas keselamatan
Kanda, kami sangat rindu
kedatanganmu, selamat datang
kekasihku".
Beratkah berdandan untuk
suami -mengharap pahala dari
Allah di waktu berdandan, karena
Allah itu Indah dan mencintai
keindahan- memakai parfum, dan
bermake up, serta memakai
busana indah menyambut
suami. Itu lebih tepat daripada
dilakukan hanya ketika akan
keluar dari rumah.
Tidak bisakah menjauhi
bermuka masam dan
cemberut. Menghindari
perusak dan pengacau yang
akan merusak dan
mengacaukan keharmonisan
dengan suami.
Beratkah menghilangkan
raut sedih dan gelisah,
berlindung kepada Allah dari
rasa gelisah, sedih, malas dan
lemah.
Sulitkah tidak berbicara
terhadap laki-laki lain dengan
lemah-lembut berlebihan,
sehingga orang yang di
hatinya ada penyakit
mendekati dan mengira hal-hal
yang jelek terhadap dirimu.
Tidak baikkah selalu
berada dalam keadaan lapang dada, hati tentram dan
ingat kepada Allah setiap saat.
Tidak bisakah meringankan suami dari setiap
keletihan, kepedihan dan musibah serta kesedihan yang
menimpanya.
Mendidik anak-anak dengan baik, Mengisi rumah
dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir, memperbanyak
membaca Al-Quran terutama surat Al-Baqarah, karena
surat itu dapat mengusir syeitan.
Membangunkan suami untuk melaksanakan shalat
malam, mendukung untuk puasa sunat, mengingatkan
keutamaan bersedekah dan tidak menghalangi untuk
menjalin hubungan siraturrahim dengan karib kerabat.
Memperbanyak beristighfar untuk diri, suami, serta
kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin. Berdoa
kepada Allah, agar dianugerahkan keturunan yang baik,
niat yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat.
Ketahuilah sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa
dan mencintai orang yang berulang dalam meminta. Allah
berfirman: "Dan Rabbmu berkata : serulah Aku niscaya
Aku penuhi doamu" (Al-Ghafir : 60).
Alangkah indahnya dunia bagi orang yang beriman.
Dengan mengikuti garis dan ketentuan dari Allah
segalanya penuh kebaikan. Demikianlah luasnya
keagungan Nya. Ucapan baik adalah sedekah. Wajah
yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri/
suami adalah sedekah. Mengucapkan salam mengandung
beberapa kebaikan. Berjabat tangan menggugurkan
dosa-dosa. Berhubungan badan mendapatkan pahala.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...