Dengarkan NASIDQU FM

wahai penuntut ilmu, agar selalu mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu, dan bersungguh-sungguh mengamalkan tuntutan dari ilmu tersebut. Karena ilmu itu ibarat pohon, sedang amal adalah buahnya. Seseorang belum dianggap berilmu selama belum mengamalkan ilmunya.Janganlah kamu melakukan suatu amal selama kamu belum mengetahui ilmunya. Begitu pula jangan pernah mempelajari suatu ilmu selama kamu masih meninggalkan amal. Gabungkanlah diantara keduanya meskipun hanya sedikit bagian yang kamu peroleh

BANGUNLAH...

Written By Rudianto on Minggu, 09 Oktober 2011 | 13.21


Waktu yang lepas telah
menyaksikan luka-luka yang
memerihkan pada seluruh
dunia Islam. Serangan musuh
Islam telah sampai ke
puncaknya. Tetapi sungguhpun begitu, upaya untuk menanganinya lagi telah dilakukan oleh
mereka yang mempertahankannya. Walaupun kemenangan belum diperolehi, tapi
sekumpulan pemuda Islam telah terdidik dan bangkit sadar. Keazaman telah mantap. Yakin
Islam pasti menang.. Insya Allah !

Secara fitrahnya, manusia bencikan
kehinaan. Tetapi dengan pelbagai
keadaan dan peristiwa yang berlaku,
tanpa disadari mereka tunduk secara
berangsur-angsur.
Sedikit demi sedikit mereka menjadi
terbiasa di dalam kehinaan. Ianya ibarat
singa yang telah dijinakkan. Namun
begitu, sisa-sisa unsur kemuliaan masih di
jiwa dan masih mengalir bara panasnya di
dalam darah.
Apabila ada yang menyeru kepada
kemuliaan, memanggil kepada kebebasan,
membangunkan jiwa yang lena dan
menggerakkan semangat yang pudar,
maka berdenyutlah kemuliaan di dalam
jiwanya dan menyalalah bara di dalam
sekam.
Bangkitlah semula sifat kemanusiaan
di dalam diri manusia, mereka tidak sekali-
kali menerima penghinaan. Mereka pun
bangkit berjihad dan melihat segala apa
yang dihadapinya di dalam jihad itu lebih
ringan daripada diperhambakan.
Kehinaan yang menimpa manusia
yang disebabkan oleh orang lain atau
oleh faktor luar, cepat sembuh dan
mudah dihapuskan.

Sebaliknya, jika kehinaan itu timbul
dari dalam diri dan terbit dari hati, itu
adalah penyakit yang sangat berbahaya
dan merupakan kematian yang tidak
disadari.
Oleh itu, para penguasa yang dzalim
sengaja menerapkan kehinaan kepada
banyak orang melalui pendidikan yang
hina dan gaya kehidupan yang menipu.
Mereka membentuk generasi dengan
pelbagai taktik dan strategi yang
bertujuan untuk mematikan himmah yang
mulia dan memadamkan semangat juang
agar kekuasaan senantiasa berada di
tangan mereka yang zalim itu.
***
Seruan kepada kemuliaan yang
hakiki, panggilan kepada kebebasan yang
sebenarnya, membangunkan jiwa yang
lena dan menggerakkan semangat yang
pudar, yang sesuai dengan fitrah manusia
itu adalah dan hanya ada dalam Islam.
Ketika Islam senantiasa dihalangi
tegaknya, ketika Islam senantiasa di
pudarkan cahayanya, ketika Islam
senantiasa ditenggelamkan, disingkirkan,
dan dipupuskan dari negri ini... maka
anda tahu kemana akan sampai....
SADARlah sebelum terlambat.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...