Dengarkan NASIDQU FM

wahai penuntut ilmu, agar selalu mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu, dan bersungguh-sungguh mengamalkan tuntutan dari ilmu tersebut. Karena ilmu itu ibarat pohon, sedang amal adalah buahnya. Seseorang belum dianggap berilmu selama belum mengamalkan ilmunya.Janganlah kamu melakukan suatu amal selama kamu belum mengetahui ilmunya. Begitu pula jangan pernah mempelajari suatu ilmu selama kamu masih meninggalkan amal. Gabungkanlah diantara keduanya meskipun hanya sedikit bagian yang kamu peroleh

GOOGLE HANTAM GARMIN DAN TOMTOM

Written By Rudianto on Jumat, 30 September 2011 | 20.31

Bukan hanya Garmin dan TomTom yang terancam dengan Google,
tapi Apple juga merasa pasarnya telah dibuat amburadul oleh raksasa
mesin pencari tersebut.

KETIKA Google baru saja merilis sebuah
aplikasi navigasi terbaik untuk mobile, bu-
kan hanya Apple yang merasa terancam.
Perusahaan navigasi GPS seperti Tom-
Tom dan Garmin juga tiba-tiba merasa
Google pelan-pelan akan membunuh
mereka.
Yang membuat Apple ketar-ketir
adalah aplikasi navigasi Google ini diba-
ngun untuk sistem operasi Android,
bukan di iPhone. Dengan begini, Google
secara tidak langsung telah menyatakan
bahwa mereka tidak lagi membuat ap-
likasi terbaik untuk iPhone.
Bukan hanya pasar navigasi, aplikasi
navigasi Google ini juga sempat mem-
buat harga saham Garmin dan TomTom
turun. Pasar Garmin rugi sekitar US$1.2
miliar, dan saham mereka merosot sekitar
16%. Saham TomTom juga turun sekitar
21%. Semuanya terjadi hanya karena satu
aplikasi GPS untuk Android.
Google juga sepertinya berniat mem-
buat aplikasi navigasi gratis untuk sistem
operasi mobile lainnya, dan hal inilah
yang membuat pesaingnya kebakaran
jenggot.
Aplikasi GPS merupakan aplikasi paling
mahal, dan paling menguntungkan dari
semua aplikasi mobile. TomTom menjual
aplikasi navigasinya mulai dari US$50
sampai US$100, dengan harga berbeda
di tiap negara. Google baru saja mem-
buat perusahaan navigasi GPS babak-
belur, dengan merilis aplikasi navigasi
performa tinggi gratis. Aplikasi navigasi
Google bukan aplikasi yang berdiri sendi-
ri, melainkan aplikasi yang berhubungan
dengan sumber daya Google yang
tersedia di web, termasuk Google Maps,
Streetview, voice recognition, dan sistem
pencarian canggih.
Anda dapat menggunakan sistem pen-
carian dengan suara seperti yang biasa
Anda lakukan, ketika mencari sesuatu di
mesin pencari Google. “Di mana Pizza
Hut di pusat kota Jakarta?” Jika mesin
pencari Google bisa menemukannya,
maka demikian pula dengan aplikasi
navigasi Google. Sayangnya, Garmin dan
TomTom tidak mampu bersaing dengan
jenis komputasi raksasa seperti Google.
Google senang memberikan aplikasi
navigasinya secara gratis, karena aplikasi
tersebut banyak memanfaatkan teknologi
yang sudah ada, dan mendorong lebih
banyak orang untuk menggunakan pon-
sel berkemampuan web, dan melakukan
pencarian lokal mereka. Strategi Google
adalah untuk memberikan perangkat
lunak secara gratis, dan membuat uang
pada iklan pencarian.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...