Dengarkan NASIDQU FM

wahai penuntut ilmu, agar selalu mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu, dan bersungguh-sungguh mengamalkan tuntutan dari ilmu tersebut. Karena ilmu itu ibarat pohon, sedang amal adalah buahnya. Seseorang belum dianggap berilmu selama belum mengamalkan ilmunya.Janganlah kamu melakukan suatu amal selama kamu belum mengetahui ilmunya. Begitu pula jangan pernah mempelajari suatu ilmu selama kamu masih meninggalkan amal. Gabungkanlah diantara keduanya meskipun hanya sedikit bagian yang kamu peroleh

Film Rabiah Al Adawiyah

Written By Rudianto on Jumat, 17 Februari 2012 | 04.00

Rabiah Al Adawiyah tinggal bersama ibu angkatnya di Bagdad,
karena kesulitan hidup terdorong untuk berhijrah ke Kota
Basrah. Yang dibayangkannya sebagai Sorga. Di kota ini dia
berkenalan dengan keluarga Said Sabir ia diangkat menjadi
anak, namun dibalik kebaikannya itu tersimpan niat jahat.
Rabiah akhirnya di jual sebagai hamba sahaya.
Kecantikan Rabiah dan kemerduan suaranya menjadikannya
bahan rebutan dikalangan saudagar kaya. la dibeli oleh tuan
Ishomuddin, namun tuan Kholil yang kalah dalam rebutan tak
tinggal diam. Dengan berbagai cara dia berusaha untuk
mendapatkan Rabiah. Tuan Ishomuddin ditipu, la dibunuh oleh
para penyamun dalam suatu perjalanan dagang. Rabiah
akhirnya pindah ketangan Kholil. Berbagai suka dan duka
dialami Rabia, dia terjerumus kelembah nista.
Dalam lembah itu ia diselamatkan oleh secercah cahaya
hidayah, ia mulai mempelajari Islam, lambat laun ia mulai
berubah menjadi wanita sufi yang zuhud. Selengakpnya dalam film ini....

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...