Dengarkan NASIDQU FM

wahai penuntut ilmu, agar selalu mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu, dan bersungguh-sungguh mengamalkan tuntutan dari ilmu tersebut. Karena ilmu itu ibarat pohon, sedang amal adalah buahnya. Seseorang belum dianggap berilmu selama belum mengamalkan ilmunya.Janganlah kamu melakukan suatu amal selama kamu belum mengetahui ilmunya. Begitu pula jangan pernah mempelajari suatu ilmu selama kamu masih meninggalkan amal. Gabungkanlah diantara keduanya meskipun hanya sedikit bagian yang kamu peroleh

Catatan Malam: Nuruddin Mahmud Zanki

Written By Rudianto on Minggu, 20 November 2011 | 02.06

Pernahkah kau mendengar namaku disebut,
Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai
Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali
seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari
diriku, katanya, " Nuruddin itu kecanduan sholat
malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah
yang benar." Kemenangan demi kemenangan aku raih
bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu
terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata
mereka, " Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan
karena pasukannya yang banyak. Tetapi lebih karena
dia mempunyai rahasia bersama Tuhan". Aku
tersenyum, mereka memang benar.
Kemenangan yang kuraih adalah karena do'a dan
sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu'an.
Tahukah kau dengan orang yang selalu setia
mendampingiku ? Dialah Istriku tercinta, Khotun binti
Atabik. Dia adalah istri shalehah di mataku, terlebih di
mata Alloh. Malam-malam kami adalah malam penuh
kemesraan dalam bingkai Tuhan. Gemerisik dedaunan
dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami
saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud
kami yang panjang.
Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian
yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung.
Kutanyakan padanya apa gerangan yang
membuatnya resah. Ya Alloh, ternyata dia tertidur,
tidak bangun pada malam itu,
sehingga kehilangan
kesempatan untuk beribadah.
Astaghfirulloh, aku
menyesal telah membuat dia
kecewa. Segera setelah
peristiwa itu kubayar saja
penyesalanku dengan
mengangkat seorang pegawai
khusus untuknya. Pegawai itu
kuperintahkan untuk menabuh
genderang agar kami
terbangun di sepertiga
malamnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...